TERNATE, Tribunhalsel.com– Upaya meningkatkan pengawasan keamanan pangan di Provinsi Maluku Utara memasuki babak baru.
Melalui sebuah inovasi bertajuk SIGAP BIPOLA, Reformer Dr. Rofita, SP., M.Sc dari Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara secara resmi memulai Aksi Perubahan berfokus pada peningkatan edukasi dan pengawasan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) pada kelompok tani.
Aksi perubahan ini disambut dan didukung penuh oleh Kepala Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara bersama sekretaris, kepala balai, serta seluruh kepala bidang di lingkup Dinas Pangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai langkah awal, pembentukan Tim Efektif Internal dilaksanakan pada Senin, 17 November 2025. Tim ini berasal dari UPTD Balai Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara, terdiri dari seluruh staf Seksi Teknis, beberapa staf Seksi Mutu, serta Subbagian Tata Usaha.

Dr. Rofita menjelaskan bahwa pembentukan tim merupakan fondasi penting untuk memastikan aksi berjalan secara terarah, terstruktur, dan sesuai standar pengawasan PSAT.
Tim internal akan menjadi motor penggerak yang mengawal implementasi inovasi agar konsisten, terukur, dan menghasilkan dampak nyata bagi peningkatan keamanan pangan di daerah.
“Tim ini dibentuk dengan mempertimbangkan kompetensi, pengalaman, dan peran strategis masing-masing anggota dalam mendukung tujuan Aksi Perubahan,” jelasnya.
Langkah berikutnya adalah pembentukan Tim Efektif Eksternal yang dilakukan pada Selasa, 02 Desember 2025, melalui metode daring dan luring. Tim ini melibatkan ASN, akademisi, serta praktisi dari berbagai instansi pusat maupun daerah.
Mereka terdiri dari:
- Badan Pangan Nasional
Apriyanto Dwi Nugroho, STP., M.Sc – PHMP Ahli Madya/Ketua Tim Pengawasan Keamanan Pangan
- Universitas Khairun Ternate
Krisna Aji, SP., M.Sc – Dosen Fakultas Pertanian
- Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Maluku Utara
Mardiana, SP., M.Si – Penyuluh Ahli Madya
- BPP Kecamatan Oba Utara
Sri Wahyu Gustiani M. Naser – Penyuluh Pertanian Ahli Muda
Tim ini hadir untuk memperkuat ekosistem pengawasan pangan melalui informasi keamanan Pangan, koordinasi, serta pendampingan lapangan bagi kelompok tani.
“Kolaborasi lintas sektor ini bukan hanya kerja sama formal, tetapi komitmen bersama untuk mewujudkan keamanan pangan dari hulu hingga hilir,” kata Dr. Rofita.
Melalui SIGAP BIPOLA, edukasi pengawasan keamanan PSAT berbasis metode BIPOLA akan diberikan langsung kepada kelompok tani sebagai pelaku utama produksi pangan. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai standar keamanan pangan, potensi risiko, hingga tata cara pengawasan yang tepat.
Program ini sekaligus menjadi upaya strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan daerah melalui pangan yang aman, sehat, dan terjamin mutunya sejak dari sumbernya.
Pembentukan kedua tim ini menandai dimulainya implementasi Aksi Perubahan secara lebih terstruktur. Kolaborasi antara lembaga pemerintah, akademisi, dan tenaga penyuluh menjadi pola kerja baru yang diharapkan menciptakan peningkatan kapasitas dan kesadaran kolektif terhadap pentingnya pengawasan pangan segar asal tumbuhan.
Inovasi SIGAP BIPOLA disebut menjadi langkah strategis yang akan memperkuat sistem pengawasan pangan dan membangun kemandirian kelompok tani dalam menjaga mutu pangan dari hulu.
Dengan langkah transformatif ini, Provinsi Maluku Utara ditempatkan sebagai salah satu daerah yang aktif mengembangkan model edukasi dan pengawasan pangan berbasis kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan.
Penulis: FHAN










