Halmahera Timur, tribunhalsel.com– Upaya pencegahan banjir kembali dilakukan Pemerintah Desa Sidomulyo bersama masyarakat melalui kegiatan normalisasi Sungai Ngungai atau anak Sungai Meja pada Rabu, 3 Desember 2025. Kepala Desa Sidomulyo, Sirun, turun langsung memantau jalannya pekerjaan di lapangan didampingi warga pemilik lahan sawah yang selama ini terdampak banjir.
Kegiatan ini dilakukan menyusul tingginya frekuensi banjir yang melanda area persawahan warga di bantaran sungai. Sedikitnya 75 hektar lahan pertanian di wilayah tersebut tercatat sering tergenang, sehingga berdampak pada penurunan hasil panen dan merugikan ekonomi masyarakat setempat.
Dalam pemantauannya, Kepala Desa Sirun menyampaikan bahwa normalisasi ini merupakan langkah mendesak untuk memulihkan aliran sungai agar lebih lancar dan mengurangi risiko luapan saat curah hujan meningkat. Pengerjaan menggunakan alat berat serta pengukuran teknis dilakukan untuk memastikan jalur aliran sesuai dengan rencana dan kebutuhan di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berharap pekerjaan ini memberikan manfaat besar bagi warga dan ke depan tidak terjadi banjir lagi, terutama di musim hujan,” ujar Kades Sirun saat berdialog dengan masyarakat.

Masyarakat desa pun turut memberikan dukungan penuh dan berpartisipasi dalam pengawasan kegiatan ini. Mereka berharap normalisasi sungai dapat menjadi solusi jangka panjang untuk melindungi lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama warga.
Pemerintah Desa Sidomulyo berkomitmen melanjutkan pengawasan hingga pekerjaan selesai agar hasilnya maksimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga, khususnya para petani di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur.
Dengan terselenggaranya kegiatan normalisasi Sungai Ngungai atau anak Sungai Meja ini, warga Desa Sidomulyo menaruh harapan besar agar aliran air kembali stabil dan lahan pertanian mereka dapat terhindar dari banjir di masa mendatang. Pemerintah desa memastikan akan terus memantau perkembangan di lapangan serta berkoordinasi dengan pihak terkait demi keberlanjutan program ini. Upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat ini menjadi bukti bahwa penanganan persoalan lingkungan membutuhkan kerja sama dan komitmen semua pihak demi kenyamanan dan kesejahteraan warga.
(Ik)










